Keamanan Website


Faktor-Faktor Penyebab Website di Susupi

Untuk menjaga supaya suatu website tidak dimasuki oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sebenarnya cukup rumit, banyak sekali faktor yang menyebabkan suatu website dapat dimasuki atau disusupi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, diantaranya adalah :
Pengetahuan pembuat website
Untuk membuat suatu website terkadang si pembuat atau programmer hanya memikirkan bahwa yang penting website tersebut jadi dan proyek selesai tanpa harus memikirkan lubang-lubang yang harus ditutp sehingga orang lain tidak bisa menembusnya. Seorang web programmer harus selalu meng-update pengetahuannya tentang keamanan website atau internet sehingga bisa diaplikasikan pada website yang dirancangnya.
Kesalahan Script
Kesalahan dalam scripting pembuatan suatu websitemerupakan hal yang sering dimanfaatkan oleh para attacker (hacker/Cracker) sehingga attacker sering menyerang suatu website pada lubang ini. Kelemahan ini biasanya sring ditemukan pada proses vulnerabilities scanning seperti SQL Injection, PHP Injection, HTML Injection dan lainnya. Begiu pula dengan CMS seperti Mambo, Joomla,Wordpress dan lainnya.Kesalahan script memang biasa terjadi dikarenakan juga karena kebanyakan script yang harus diketik hingga ratusan atau ribuan baris program sehingga terkadang pembuat program lupa untuk menambal bagian-bagian yang lubang yang bisa dimasuki penyusup.
Username dan Password
Terkadang seorang administrator suatu website memberikan username dan password yang standar. Standar disini berarti username dan password yang selalu digunakan oleh umum dikarenakan supaya username dan password tersebut mudah diingat, seperti pemberian user name dan password dengan nama, tanggal lahir, kota asal administrator dan hal-hal lainnya yang mudah diingat oleh administrator. Terkadang username dan password tidak pernah diubah-ubah oleh seorang administrator website dalam jangka waktu lama.
Webserver
Terkadang seseorang mendaftarkan atau menempatkan website pada webserver yang belum terkenal karena fasilitas keamanannya. Hal itu bisa dikarenakan terbatasnya pengetahuan tentang webserver-webserver yang menyediakan kemananan website yang dikelolanya.Terkadang pula pengelola webserver jarang meng-update software Sistem Operasi dan keamanannya sehingga penyusup bisa lebih mudah untuk menembus suatu web server dikarenakan dia sudah mengetahui kelemahan dari suatu sistem opersi tertentu.


Anggaran
Suatu Website yang aman dari penyusupan tentu saja berimlikasi pada semakin mahalnya harga website tersebut. Semakin murah harga suatu website maka semakin rentan website tersebut untuk disusupi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Untuk selalu membuat suatu website aman dari penyusupan, sebuah perusahaan pembuat website tentunya akan akan selalu meng-update tool-tool yang digunakan dalam websitenya. proses tersebut membutuhklan biaya yang tidak sedikit sehingga apabila suatu lembaga atau perusahaan jika ingin membuat websitenya selalu aman maka harus menyediakan anggaran biaya yang tidak sedikit.
Software hacking
Mudahnya diperoleh software untuk menyerang komputer dan jaringan komputer. Banyak tempat di internet yang menyediakan software yang langsung dapat diambil 9Download) dan langsung digunakan untuk menyerang dengan Graphical User Interface (GUI) yang mudah digunakan.Beberapa program , seperti SATAN, bahkan hanya membutuhakan sebuah web browser, untuk menjalankannya. Sehingga, seseorang yang dapat menggunakan web browser dapat menjalankan program penyerang (attack).
Konfigurasi aplikasi website yang masih default.


Updating
Proses update aplikasi website harus selalu dilakukan, hal ini untuk mencegah penyusup masuk.Aplikasi website yang telah berumur satu tahunharus segera di-update karena kemungkinan besar aplikasi website tersebut memiliki kelemahan pada sisi keamanannya.
Sumber Daya Manusia (SDM)
Meningkatnya kemampuan pemakai di bidang komputer sehingga mulai banyak pemakai yang mencoba-coba bermain atau membongkar sistem yang digunakannya ( atau sistem milik orang lain). Jika dahulu akses ke komputer sangat sukar, makasekarang komputer sudah merupakan barang yang mudah diperoleh dan banyak dipasang di sekolah serta rumah-rumah.
Dari faktor-faktor yang telah disebutkan tesebut saling ada keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Dalam membangun website, kita tidak bisa hanya mementingkansalah satu faktor saja tetapi seluruh faktor harus diperhatikan.Dapat kita gambarkan seperti kalau kita mau membangun sebuah rumah. Kita tidak bisa asal membangun rumah asal jadi. Kita harus memperhatikan dimanarumah kita akan dibangun, seperti tingkat keamanan rumah yang ada di perumahan elit tentu lebih aman daripada rumah yang yang ada diperkampungan.Untuk tambah pengawasannya, kita bisa menambahkan kamera pengawas, pagar dan alarm pada rumah kita.sama seperti dalam membangun sebuah website, kita harus tahu dimana website kita tersebut diletakkan,komponen atau toolskeamanan apa saja yang ada dalam website tersebut.
Menurut pengamaan penulis, semnjak disahkannya Undang-undang Informasi dan Elektronik (UU ITE) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada hari selasa tanggal 25 Maret 2008, semakin banyak pula kegiatan-kegiatanpenyusupan terhadap website yang ada di Indonesia.Penyusupan tersebut tidak hanya terjadi pada website milik pemerintah sebagai tindakan protes disahkannya UU ITE, tetapi juga terjadi pada website milik perbankan, Universitas/Perguruan Tinggi, partai politik bahkan website milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak luput dari penyusupan. Rata-rata penyusupan tersebut berupa mengubah penampilan halaman website tertentu saja.Pada tahun 2007, sebuah organisasi luar negeri non profit yang bernama Open Web Application Securuty Project (OWASP) merilis 10 dafter teratas celah yang mengancam website, diantaranya :
Cross Site Scripting
Celah ini mengakibatkan penyusup dapat menjalankan ptongan kode program(script) miliknya pada browser target. Hal ini dapat memungkinkan pnyusup dapat mencuri user session milik target atau bahklan dapat menciptakan worm.
Injection Flaws
Injeksi ini umumnya dilakukan terhadap SQL (database) dari suatu aplikasi website.Hal tersebut dapat terjadi apabila pengguna memasukkan data sebagai bagian dari perintah (querry) yang menipu interpreter untuk menjalankan perintah tersebut atau untuk merubah suatu data.
Malicius File Execution
Pada celah ini, penyusup dapat mengontrol pembuatan file yang berisikan kode program dan data supaya dapat dieksekusi. Salah satu contohnya adalah Remote File Inclucion(RFI).
Insecure Direct Object Reference
Celah ini dapat memaksabrowser targetyang sudah log-in untuk mengirimkan "pre-aunhenticated request" terhadap suatu aplikasi website dan memaksa browser target untuk melakukan perintah penyusup.
Information Leakage and Improper Error Handling
Celah yang berupa pesan kesalahan (error) dan konfigurasi yang dapat dilihatpada jendela browser biasanya sering digunakan penyusupuntuk mendapatkan informasi yang bisa digunakan untuk menyusup ke website tersebut.

Broken Aunthentication and Sessin Management
Celah ini dapat tibul dikarenakan buruknya penanganan proses otentikasi dan manajemen, sehingga penyusup dapat dengan mudah mendapatkan password yang digunakan untuk otentikasi.
Insecure Criptographic Storage
Suatu aplikasi webite biasanya jarang mengunakan terknik kriptigrafi untuk melindungi data-data yang ada didalamnya. Atau menggunkan teknik kriptografi tetapi telah diketahui kelemahan dari kriptografi tersebut.
Insecure Communications
Sedikit sekali aplikasi website yang mengamankan jalur komunikasinya sehingga hal tersebut dimanfaatkan oleh penyusup untuk mendapatkan informasi yang berharga.
Failure to Restrict URL Access
Beberapa aplikasi website hanya menghilangkan tampilan link (URL) dari pengguna yang tidak berhak, tetapi haldapat dengan caramengakses URL tersebut secara langsung.

Komentar

Postingan Populer